SMP IT Taruna Insani — Peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kualitas pendidiknya. Seorang guru tidak hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga perlu terus belajar, merefleksikan praktik pembelajaran, dan mengembangkan perencanaan yang mampu memberikan dampak nyata bagi peserta didik.
Semangat tersebut menjadi landasan pelaksanaan In House Training (IHT) Taruna Insani Boarding School yang dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 08.00–15.00 WIB di Area Akhwat Taruna Insani Boarding School.
Mengusung tema “PLAN, TEACH, IMPACT” dengan subtema “Membangun Perencanaan Pembelajaran yang Terarah, Berbasis Data, dan Berdampak”, kegiatan ini menjadi ruang bagi para pendidik untuk kembali meneguhkan pentingnya perencanaan dalam proses pembelajaran.
Kegiatan menghadirkan Nurhasanah, M.Pd., selaku Pengawas Sekolah, sebagai narasumber. Para guru Taruna Insani mengikuti kegiatan dengan penuh keterlibatan dan antusiasme sebagai bagian dari upaya penguatan profesionalisme pendidik.
Menjadi Guru Berarti Tidak Pernah Berhenti Menjadi Murid
Salah satu pesan penting dalam kegiatan IHT disampaikan oleh Direktur Pendidikan Taruna Insani, Dr. Muhammad Ali Ridho Assegaf.
Dalam sambutannya, beliau mengajak para guru untuk terlebih dahulu melihat sosok Rasulullah ﷺ sebagai teladan dalam belajar. Sebelum menjadi guru bagi semesta, Rasulullah ﷺ adalah seorang murid yang mencintai ilmu dan senantiasa berada dalam posisi tunduk kepada Allah sebagai sumber ilmu.
Pesan tersebut membawa refleksi penting bagi para pendidik: orang yang bertugas mengajar justru harus terlebih dahulu memiliki rasa haus untuk terus belajar.
Menurut beliau, seorang pendidik perlu memiliki kerendahan hati untuk “mengosongkan gelas”, menyadari bahwa masih selalu ada ruang untuk belajar dan berkembang.
Semangat belajar inilah yang menjadi salah satu fondasi penting bagi seorang guru. Sebab pendidikan tidak berhenti pada apa yang sudah diketahui, tetapi terus bergerak melalui proses belajar, mencoba, mengevaluasi, dan memperbaiki.
Perencanaan yang Baik Tidak Lahir dari Sekadar Meniru
Dalam sambutannya, Direktur Pendidikan juga mengingatkan pentingnya setiap sekolah memahami akar dan jati dirinya sendiri.
Di tengah dinamika pendidikan dan persaingan antarsekolah, terdapat tantangan untuk sekadar mengikuti apa yang dilakukan oleh sekolah lain. Padahal, pembeda yang sejati tidak lahir dari meniru, melainkan dari kemampuan sebuah sekolah memahami prinsip-prinsip mendasar yang menjadi pijakannya.
Hal tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan tema IHT: PLAN, TEACH, IMPACT.
Perencanaan pembelajaran bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrasi. Perencanaan merupakan proses berpikir guru untuk menentukan ke mana pembelajaran diarahkan, bagaimana peserta didik akan belajar, serta perubahan apa yang diharapkan muncul setelah proses pembelajaran berlangsung.
Karena itu, perencanaan perlu dibangun berdasarkan kebutuhan nyata peserta didik dan data yang tersedia, bukan sekadar mengikuti format atau kebiasaan.
Dari Mengenal, Memahami, Menerapkan, hingga Mencipta
Direktur Pendidikan juga mengaitkan proses pembelajaran dengan gagasan Benjamin Bloom mengenai tangga berpikir.
Peserta didik tidak dapat serta-merta diminta menciptakan sesuatu tanpa melalui proses mengenal, memahami, dan mencoba. Ada tahapan yang perlu dilalui secara bertahap hingga akhirnya peserta didik mampu menghasilkan sesuatu yang baru.
Hal ini menjadi pengingat bagi guru bahwa pembelajaran yang berdampak membutuhkan fondasi yang kuat.
Inovasi membutuhkan dasar. Praktik membutuhkan arah. Dan keduanya membutuhkan perencanaan.
Teori dan praktik pun tidak seharusnya dipisahkan. Teori menjadi lebih hidup ketika diterapkan dalam kenyataan, sementara praktik akan memiliki arah ketika dibangun di atas pemahaman yang benar.
Dengan demikian, perencanaan pembelajaran yang baik bukan hanya berbicara mengenai apa yang akan disampaikan guru, tetapi juga bagaimana pengalaman belajar peserta didik dibangun secara bertahap hingga mencapai tujuan yang diharapkan.
Pembelajaran Berjalan di Atas Relasi
Ada satu pesan lain yang sangat kuat dalam sambutan Direktur Pendidikan, yaitu bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa banyak ilmu yang diberikan guru.
Ilmu berjalan di atas relasi.
Peserta didik tidak hanya membutuhkan materi pembelajaran yang baik. Mereka juga membutuhkan rasa aman, kepercayaan, keteladanan, kelembutan, dan kehadiran guru yang tulus.
Ketika seorang anak merasa aman dan dipercaya, ia akan lebih terbuka terhadap proses belajar. Sebaliknya, ketika anak berada dalam kondisi waspada, pembelajaran dapat menjadi sulit diterima, sebaik apa pun materi yang disiapkan.
Karena itu, keteladanan, komunikasi, dan hubungan yang sehat antara guru dan peserta didik bukanlah pelengkap dalam pendidikan. Semuanya merupakan bagian penting dari proses pembelajaran itu sendiri.
Dari PLAN, Menuju TEACH, hingga IMPACT
Melalui IHT ini, Taruna Insani Boarding School tidak hanya berupaya memperkuat kemampuan guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran, tetapi juga meneguhkan kembali makna di balik perencanaan tersebut.
PLAN berarti guru merancang pembelajaran dengan arah yang jelas, berdasarkan kebutuhan dan data.
TEACH berarti guru menghadirkan proses pembelajaran yang bermakna melalui teori, praktik, komunikasi, dan keteladanan.
Dan IMPACT berarti pembelajaran tidak berhenti pada selesainya satu pertemuan atau tercapainya sebuah materi, tetapi menghasilkan perubahan dan perkembangan nyata pada diri peserta didik.
Pada akhirnya, sebagaimana pesan Direktur Pendidikan, menjadi pendidik berarti tidak pernah berhenti menjadi murid. Seorang guru perlu terus berjalan bersama, mau memahami sebelum bertindak, terbuka terhadap hal baru tanpa kehilangan akar nilai yang dimiliki, dan yang paling utama—menghadirkan pendidikan dengan cinta.
IHT Taruna Insani diharapkan menjadi salah satu ruang untuk menumbuhkan kembali semangat tersebut. Sebab pembelajaran yang direncanakan dengan baik, dilaksanakan dengan kesungguhan, dan dibangun di atas relasi yang sehat akan lebih mungkin menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan generasi yang berdampak.
PLAN. TEACH. IMPACT.
Bersama Taruna Insani, terus belajar, terus bertumbuh, dan terus menghadirkan pembelajaran yang menginspirasi.