Dari Shah Alam ke Indonesia: Orang Tua Malaysia Pilih Taruna Insani Boarding School untuk Program Takhassus Bersanad
Di tengah semakin tingginya kebutuhan akan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga kuat dalam pembinaan Al-Qur’an dan adab, Taruna Insani Boarding School kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat internasional.
Baru-baru ini, seorang orang tua asal Shah Alam, Malaysia, datang langsung ke Indonesia untuk menyekolahkan putranya di Program Takhassus Bersanad Taruna Insani Boarding School. Keputusan ini bukan sekadar memilih sekolah berasrama, tetapi memilih lingkungan pendidikan yang diyakini mampu membentuk karakter, hafalan, kedisiplinan, dan pola pikir Islam yang utuh.
Kedatangan wali murid dari Malaysia tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pendidikan Islam berbasis pembinaan Al-Qur’an yang terarah mulai mendapat perhatian lintas negara. Program Takhassus Bersanad Taruna Insani sendiri dirancang untuk menghadirkan pembelajaran tahfizh yang fokus, terukur, dan dibimbing langsung dengan sanad keilmuan yang jelas, tanpa meninggalkan pendidikan formal.
Pendidikan yang Tidak Hanya Menghafal
Taruna Insani Boarding School membawa pendekatan pendidikan yang berbeda. Tidak hanya mendorong siswa menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk cara berpikir, kepemimpinan, serta kepedulian sosial melalui pendekatan pembelajaran yang menyeluruh.
Hal ini sejalan dengan gagasan Quranic Holistic Curriculum (QHC) yang diperkenalkan oleh Direktur Pendidikan Taruna Insani, Muhammad Ali Ridho Assegaf, dalam forum internasional SEAMSC 2025.
Dalam forum tersebut, beliau memperkenalkan konsep pendidikan Islam yang mengintegrasikan Al-Qur’an dengan pengembangan karakter, akademik, kepemimpinan, hingga kesadaran terhadap lingkungan dan masyarakat. QHC hadir bukan hanya sebagai kurikulum hafalan, tetapi sebagai cara membangun generasi Muslim yang mampu berpikir luas, berakhlak, dan tetap memiliki fondasi Qurani yang kuat.
Program Takhassus Bersanad menjadi salah satu implementasi nyata dari visi tersebut. Santri tidak hanya diarahkan mengejar target hafalan, tetapi juga dibina dalam kedisiplinan ibadah, adab, tanggung jawab, dan pola hidup Islami sehari-hari.
Menjadi Magnet Pendidikan Islam Regional
Kepercayaan dari masyarakat Malaysia ini menjadi sinyal bahwa pendidikan Islam di Indonesia, khususnya Taruna Insani Boarding School, mulai dipandang sebagai salah satu rujukan pembinaan generasi Qurani di kawasan regional Asia Tenggara.
Lingkungan boarding yang terarah, pembinaan intensif, sistem pendampingan santri, serta pendekatan kurikulum yang menyatukan aspek ruhiyah, intelektual, dan karakter menjadi alasan kuat mengapa orang tua mulai mencari pendidikan seperti ini untuk anak-anak mereka.
Bagi banyak orang tua, pendidikan bukan lagi sekadar mencari sekolah dengan nilai akademik tinggi. Lebih dari itu, mereka mencari tempat yang mampu menjaga iman anak, membentuk adabnya, dan menyiapkannya menghadapi masa depan tanpa kehilangan identitas keislamannya.
Dan bagi sebagian keluarga, perjalanan dari Shah Alam menuju Taruna Insani Boarding School adalah bagian dari ikhtiar besar itu.